Pahit Berasa Manis, Manis Berasa Pahit


Manis yang kita rasakan belum tentu baik untuk kita, ia dapat menjadikan keburukan.

Pahit yang kita rasakan belum tentu buruk untuk kita, bisa jadi ia dapat menjadi obat.

Itulah kehidupan, Apa yang kita kita anggap baik, jurstru kerkadang ia dapat merusak dan menghancurkan.

Namun sebaliknya, apa yang kita anggap buruk justru ia dapat membawa kebaikan untuk kita.

Perlu kita ketahui seseorang yang kau anggap rendah dan kau sepelekan, bisa jadi dia sangat berarti untuk orang lain. 

Sebagai manusia yang banyak kekurangan kita jangan pernah merasa diri kita yang terbaik dan jangan pula menyalahkan orang lain.

Sejatinya manusia diciptakan dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Jangan pernah memandang sesuatu dari sebalah sisi, pandanglah dari sisi lainnya pula.

Manis jadi penyakit, Pahit menjadi obat.






0 komentar:

Tri Motto PMII sebagai Semboyan Menjalani Kehidupan


Tri Motto PMII haruslah menjadi Pedoman dan Landasan setiap Kader Pergerakan dalam menjalankan katifitas sehari-hari. Para perumus Tri Motto PMII sudahlah menetapkan susunannya dengan sempurna dan janganlah kita rubah-rubah.



Ketika menerapkan Tri Motto PMII janganlah hanya satu point saja atau separuh saja, namun terapkanlah semuanya dan sesuai urutannya.
Jangan Amal Sholeh dulu atau Fikir dulu. Harus Dzikir terlebih dahulu, kemudian Fikir lalu Amal Sholeh.

Bagaimana kita akan Beramal Shaleh jika hati dan fikiran kita kotor, Lalu bagimana hati dan fikiran kita akan jernih jika kita jauh dari Allah SWT.

Dengan Mendekatkan diri kepada Allah SWT (Berdzikir) pastilah Hati dan Fikiran kita akan tenang dan nyaman, Ketika Hati dan Fikiran kita tanang maka setiap kegiatan yang kita lakukan pastilah suatu hal yang positif (Amal Sholeh).

Kader PMII Haruslah menerapkan Tri Motto PMII agar setiap apa yang dilakukan akan membuhkan hasil yang positif, jadi janganlah ragu untuk gabung dengan PMII.

SALAM PERGERAKAN..!!!


(Ketua Umum PC. PMII OKI)

0 komentar:

Kesalahan Diatas Kesalahan

Kehidupan di dunia sangatlah fana, dimana keogoisan menguasai diri manusia, diri yang merasa paling benar, diri yang merasa paling hebat dan diri yang mementingkan senangan dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Dengan ke-ego-an diri itu akan menimbulkan kesombongan dan dengan kesombongan akan menyakiti perasaan orang lain.
Setiap manusia itu diberikan kelebihan dan kekurangan masing-masing agar manusia dapat belajar dan intropeksi diri. Belajarlah dari apa yang terjadi dan jangan pernah menyalahkan orang lain. 

Kesalah terbesar kita ialah disaat kita menyalahkan orang lain dan tanpa menyadari kesalahan kita sendiri.
Ingatlah hidup di dunia ini adalah tempat kita untuk berbuat, sedangkan akhirat adalah tempat kita menerima balasan apa yang kita perbuat.
Di Dunia tidak akan ada balasan, di akhirat tidak akan ada perbuatan.

Berprilaku baiklah jika kita ingin diprilakukan baik oleh orang lain.
Siapa yang menanam kebaikan ia pasti akan memanen kebaikan pula.
Dan barang siapa yang menanam keburukan (Kebencian) ia sendiri yang akan merasakannya.

Trimakasih Semoga Bermanfaat.

0 komentar:

Mencintai Namun Tak Dicintai


Mencintai tanpa dicintai itu sangtlah sakit. Terlebih menjalani sebuah hubungan yang karena terpaksa (Coba-coba, Kasihan dan Sebagainya), semua itu akan menyebabkan salah satu pihak tersakiti.
Mengapa..???
Karena setiap apa yang dilakukan oleh orang yg mencintainya namun tidak ia cintai itu akan selalu salah dan kurang puas serta kurang benar dimatanya, banyak alasan untuk dia membenarkan dirinya dan dialah yang paling benar. Dan selalu mencari-cari kesalahan untuk meluapkan nafsu amarahnya. 

Perlu kau ketahui, Orang yang mencintaimu akan melakuan apa saja untuk membuatmu bahagia. Namun apa?? Terkadang justru ia kau jadikan pelampiasan egomu, tanpa kau fikirkan bagaimana perasaan dia, dan bagaimana ketulusan cinta.

Sadarkah siapakah diri kita..???  Pantaskah memeperlakukan ciptaan-Nya dengan sesuka hati kita. Dan pantaskah kita mempermainkan hati dan perasaan orang yang mencintai kita dengan sesuka hati kita. 
Meski kita tak mencintainya, tapi perlakukanlah ia seperti kita memperlakukan seseorang yang kita cintai. 
Seharusnya kita berfikir bagaimana ketika kita mencintai seseorang yang tidak mencintai kita, kita pasti menginginkan dia memperlakukan kita secara baik-baik. Dan kita juga akan memperlakukan apapun demi dia.

Jadi, jangan pernah kau sia-siakan orang yang tulus  mencintaimu, apa lagi mempermainkannya. Ketika hatinya telah lelah dan lebih memilih untuk berpaling, disitulah penyesalan akan datang. Karena kamu pasti akan merindukan ketulusan dan pengorbanannya. Tak semua orang akan melakukan itu padamu.

Trimaksih....

0 komentar: