Kepada Tuhan Yang Tak Kukenal


Sekali lagi, sebelum kuteruskan perjalananku
Dan mengirimkan pandanganku kedepan,
Aku ngangkat tangan dalam kesepian
Kepadamu, ketempat aku melarikan diri,
Kupersembahkan dari lubuk hati yang terdalam
Altar-altar secara khidmat,
Supaya senantiasa
Suaramu memanggilku lagi.

Diatasnya membara terukir dalam
Sang kata: kepada Tuhan yang tak dikenal.
Aku miliknya, walaupun aku sampai sekarang
Tinggal dalam gerobolan penghujat:
Aku miliknya – dan kurasakan jerat-jerat,
Yang dalam perkelahian menarik aku kebawah
Dan, biarpun aku melarikan diri,
Toh memaksaku menjadi hambanya.

'Ku ingin mengenalmu, Yang tak dikenal,
Kau, yang menggarap jiwaku dalam-dalam,
Yang ngembarai kehidupanku bagaikan badai,
Kau yang yang tak dapat dimengerti, yang sejenis denganku!
Kuingin mengenalmu, malahan menjadi hambamu.


0 komentar: